Skip navigation

Ini adalah cerita beberapa tahun yang lalu. Saat itu saya sedang menuju ke dataran tinggi dengan menumpangi sebuah mobil . Harapan saya adalah dapat menghirup udara segar pegunungan. Perjalanan itu memakan waktu yang cukup lama. Saya bingung apa yang mesti saya lakukan di dalam mobil. Pada saat sedang berada di jalan raya yang cukup ramai & cukup dipenuhi oleh mobil-mobil lain, saya terus memerhatikan keluar jendela. Saya melihat begitu banyak mobil yang berusaha mengambil arah ke kiri ataupun ke kanan untuk melewati mobil yang ada di depannya. Tetapi聽 sulit untuk mendahului karena jalanan cukup padat dan dipenuhi oleh banyak mobil.

Saya terus mengamati keadaan tersebut & pada akhirnya saya melihat sesuatu yang menarik. Ada sebuah mobil yang sepertinya sedang terburu-buru dan berusaha menyalip mobil-mobil lain yang menghalangi lajur mobilnya.聽 Sayang,, di depannya ada mobil yang berjalan sedikit lebih lambat dibandingkan dengan mobilnya. Ia lalu menggunakan klakson mobilnya untuk memberikan tanda untuk mobil di depannya kalau ia mau mendahuluinya. Mobil di depannya tidak langsung tanggap. Jelang beberapa belas detik, mobil di depannya pun mengambil ke arah kiri agar mobil orang yang sedang terburu-buru tadi dapat mendahului. Tapi, apa yang terjadi? Ternyata mobil orang yang mengklakson tadi juga mengambil ke arah kiri pada waktu yang bersamaan. Saya tertawa segar. Saya dapat merasakan perasaan orang yang mengklakson tersebut, ia mungkin kesal & marah karena mobil yang ada di depannya tidak sejalan dengan pikirannya. Ia ke arah kiri, eh, yang diklakson juga ke arah kiri. Sudah tentu ia kesal karena terus menghalangi lajurnya.hahaha.馃榾

Beberapa detik menjelang itu, mobil yang saya tumpangi pun melewati kedua mobil tersebut dengan sangat lancar. Saya melihat di depan kedua mobil tersebut ada sebuah truk yang berjalan sangat lambat yang tentunya telah menghambat mereka berdua. Mungkin mereka mau berpindah ke jalur lain agak sulit karena kondisi saat itu cukup padat. Yang terburu-buru malah terhambat dan yang mungkin tidak malah tidak terhambat. Beginilah Hidup. Setelah itu, saya tidak lagi mengamati kedua mobil itu lagi karena saya telah memejamkan mata untuk beristirahat. Tentunya ada seorang supir yang menyetir mobil..

Ingatlah, Hidup ini tidak selalu mulus sesuai dengan keinginan kita.. Kadang rencana yang kita atur dengan sempurna pun masih bisa gagal karena ada beberapa gangguan yang tidak terduga.

Setelah sekian lama membuat blog dan tidak pernah diisi dengan tulisan apapun (sama aja kayak ga bikin..haha..馃榾 ), akhirnya pada sore ini saya punya waktu untuk menulis juga (sok sibuk.. sibuk main, sibuk tidur, sibuk browsing..he he he)… Yang akan saya tulis kali ini adalah tentang INDIVIDUALISME (Individualism)..

Apa yang dimaksud dengan Individualisme?
Seringkali ketika seseorang mendengar tentang paham ini; orang cenderung menganggap bahwa paham ini adalah suatu paham yang negatif dan berhubungan dengan kesombongan, keserakahan, egoisme, persaingan yang tidak sehat, dan sebagainya.
Ketika saya mencari tahu di google tentang Individualisme, hampir semua tulisan mengatakan itu adalah paham yang buruk. Termasuk suntingan di:
http://ms.wikipedia.org/wiki/Individualisme
Saya sungguh sedih melihat hal ini. Saya merasa sempit sekali pandangan masyarakat umum.
Dan dulu pun karena membaca tulisan judge negatif itu, saya juga ikut men-judge negatif individualisme.
Berbicara tentang judge, sebelum kita men-judge sesuatu, ada baiknya jika kita memeriksa arti secara sah terlebih dahulu.

  • Dalam KBBI, in路di路vi路du路al路is路me (n) mempunyai 3 arti, yaitu:
  1. Paham yg menganggap manusia secara pribadi perlu diperhatikan (kesanggupan dan kebu-tuhannya tidak boleh disamaratakan);
  2. Paham yg meng-hendaki kebebasan berbuat dan menganut suatu kepercayaan bagi setiap orang; paham yg mementingkan hak per-seorangan di samping kepentingan masyarakat atau negara;
  3. Paham yg menganggap diri sendiri (kepribadian) lebih penting dp orang lain.

 

Sekarang coba kita telaah arti yang digunakan dalam filsafat (philosophy)? Mari kita lihat arti individualisme dalam “The Oxford dictionary of Philosophy“;

  • Individualism ~ The view that the single person is a basic unit of political analysis, with social wholes being merely logical constructions, or ways of talking about number of such individuals and the relations among them.

Terjemahan:

  • Individualisme ~ Paham bahwa perseorangan adalah unit dasar dari suatu uraian kehidupan, dengan keseluruhan sosial menjadi konstruksi logis pendukungnya, atau jalan yang membicarakan jumlah dari individu-individu yang ada dan hubungan diantara mereka.

Individualisme memegang nilai bahwa seorang individu adalah unit pusat dalam sebuah realitas dan sekaligus sebagai nilai standar tertinggi. Perlu diperhatikan bahwa paham ini tidak menolak adanya (kumpulan) masyarakat. Pandangan ini juga tidak menolak bahwa seseorang akan mendapatkan keuntungan dalam hidup bermasyarakat.
Pandangan ini melihat bahwa masyarakat adalah koleksi (kumpulan) dari individu-individu, tidak lebih dan tidak kurang.
Individualisme meyakini bahwa setiap orang merupakan “akhir” dalam dirinya sendiri, dan tidak perlu ada orang yang dikorbankan untuk kepentingan orang lainnya.

  • Note: Hal ini bertentangan dengan paham Kolektivisme (Collectivism) yang berpendapat bahwa kebutuhan & tujuan dari seorang individu adalah menjadi bawahan untuk mereka dalam jumlah yang lebih besar (kelompok). Individu yang menjadi bawahan itu harus dikorbankan ketika kelompok (kolektif) itu membutuhkannya.

Individualisme juga berpandangan bahwa individu adalah unit prestasinya sendiri. Sekali lagi jangan langsung mengecap sesuatu negatif tanpa anda selidiki terlebih dahulu. Disini, Individualisme tidak menolak bahwa satu individu dapat membangun prestasi individu yang lainnya. Individualisme menunjukkan prestasi yang berjalan diluar apa yang telah dilakukan; ia adalah sesuatu yang baru yang dibuat oleh individu.
(Contoh kasus: Seorang pengusaha berusaha keras dan akhirnya ia sukses. Usahanya itu kemudian menyerap tenaga kerja dan membantu individu-individu lainnya)

  • Note: Kolektivisme, disisi lain, berpendapat bahwa prestasi ini adalah produk masyarakat. Dalam pandangan ini, seorang individu adalah juru bicara sementara untuk inti pokoknya, yaitu untuk proses kemajuan bersama (kolektif).
  • Ada 2 pandangan salah tentang Individualisme yang sering dilihat oleh masyarakat umum; yaitu:
  1. Individualisme berarti Isolasi!
  2. Individualisme berarti keluar dari masyarakat dan menyendiri!

Kenyataannya, individualisme bukan seperti itu! Individualisme dipanggil “individualisme” adalah karena paham ini beranggapan bahwa seorang individu, (dan bukan kelompok), adalah konstituensi pusat dari suatu masyarakat. Individualisme tetap mengakui bahwa hidup & bekerja dengan yang lainnya (masyarakat), kenyataannya, berguna.

Poin Penting!

  1. Elemen utama dari Individualisme adalah Tanggung Jawab Pribadi. Menjadi orang yang bertanggung jawab berarti menajadi Pro-Aktif. Disini setiap individu membuat keputusan dengan Kesadaran dan Kehati-hatian pribadi. Hal ini berbeda dengan paham Kolektivisme yang mengatakan bahwa kerusakan masyarakat (contoh:menjadi pecandu rokok ataupun narkoba) adalah “Problem Sosial” yang harus dihadapi masyarakat. Dan yang perlu ditekankan sekali lagi, Individualisme tidak menolak efek positif dari bermasyarakat. Disini setiap orang menjadi pusat kesadaran pribadi sehingga pada akhirnya justru menguntungkan (berakibat positif) pada individual-individual lainnya.
  2. Setiap individu memiliki kebesasan karena dia adalah pusat dirinya sendiri. Tetapi karena alasannya ini juga, individualisme bukan berarti kebesasan melakukan sesuatu tanpa tanggung jawab. Kebebasan seorang individu akan dibatasi oleh kebebasan individu yang lainnya.
  3. Individualisme mengajarkan agar kita mencintai diri kita sendiri. Terkadang banyak orang melupakan bahwa diri mereka adalah sebuah individu yang utuh dan pantas dihargai juga.

Semoga tulisan ini bisa bermanfaat..

Depok, Jum’at 28 Agustus 2009; 3:55 PM..

WillyDozanWijaya

Setelah sekian lama membuat blog dan tidak pernah diisi dengan tulisan apapun (sama aja kayak ga bikin..haha..馃榾 ), akhirnya pada sore ini saya punya waktu untuk menulis juga (sok sibuk.. sibuk main, sibuk tidur, sibuk browsing..he he he)… Yang akan saya tulis kali ini adalah tentang INDIVIDUALISME (Individualism).. 

Apa yang dimaksud dengan Individualisme?
Seringkali ketika seseorang mendengar tentang paham ini; orang cenderung menganggap bahwa paham ini adalah suatu paham yang negatif dan berhubungan dengan kesombongan, keserakahan, egoisme, persaingan yang tidak sehat, dan sebagainya.
Ketika saya mencari di google tentang Individualisme, hampir semua tulisan mengatakan itu adalah paham yang buruk. Termasuk suntingan di:
http://ms.wikipedia.org/wiki/Individualisme
Saya sungguh sedih melihat hal ini. Saya merasa sempit sekali pandangan masyarakat umum.
Dan dulu saya pun karena membaca tulisan judge negatif itu, saya juga ikut men-judge negatif individualisme.
Berbicara tentang judge, sebelum kita men-judge sesuatu, ada baiknya jika kita memeriksa arti secara sah terlebih dahulu.
Dalam KBBI, in路di路vi路du路al路is路me (n) mempunyai 3 arti, yaitu:
1. Paham yg menganggap manusia secara pribadi perlu diperhatikan (kesanggupan dan kebu-tuhannya tidak boleh disamaratakan);
2. Paham yg meng-hendaki kebebasan berbuat dan menganut suatu kepercayaan bagi setiap orang; paham yg mementingkan hak per-seorangan di samping kepentingan masyarakat atau negara;
3. Paham yg menganggap diri sendiri (kepribadian) lebih penting dp orang lain.

Lalu arti manakah yang digunakan dalam filsafat (philosophy)? Mari kita lihat arti individualisme dalam “The Oxford dictionary of Philosophy”;
-Individualism ~ The view that the single person is a basic unit of political analysis, with social wholes being merely logical constructions, or ways of talking about number of such individuals and the relations among them.
Terjemahan:
-Individualisme ~ Paham bahwa perseorangan adalah unit dasar dari suatu uraian kehidupan, dengan keseluruhan sosial menjadi konstruksi logis pendukungnya, atau jalan yang membicarakan jumlah dari individu-individu yang ada dan hubungan diantara mereka.

Individualisme memegang nilai bahwa seorang individu adalah unit pusat dalam sebuah realitas dan sekaligus sebagai nilai standar tertinggi. Perlu diperhatikan bahwa paham ini tidak menolak adanya (kumpulan) masyarakat. Pandangan ini juga tidak menolak bahwa seseorang akan mendapatkan keuntungan dalam hidup bermasyarakat.
Pandangan ini melihat bahwa masyarakat adalah koleksi (kumpulan) dari individu-individu, tidak lebih dan tidak kurang.
Individualisme meyakini bahwa setiap orang merupakan “akhir” dalam dirinya sendiri, dan tidak perlu ada orang yang dikorbankan untuk kepentingan orang lainnya.
+Note: Hal ini bertentangan dengan paham Kolektivisme yang berpendapat bahwa kebutuhan & tujuan dari seorang individu adalah menjadi bawahan untuk mereka dalam jumlah yang lebih besar (kelompok). Individu yang menjadi bawahan itu harus dikorbankan ketika kelompok (kolektif) itu membutuhkannya.

Individualisme juga berpandangan bahwa individu adalah unit prestasinya sendiri. Sekali lagi jangan langsung mengecap sesuatu negatif tanpa anda selidiki terlebih dahulu. Disini, Individualisme tidak menolak bahwa satu individu dapat membangun prestasi individu yang lainnya. Individualisme menunjukkan prestasi yang berjalan diluar apa yang telah dilakukan; ia adalah sesuatu yang baru yang dibuat oleh individu.
(Contoh kasus: Seorang pengusaha berusah keras dan akhirnya ia sukses. Usahanya itu kemudian menyerap tenaga kerja dan membantu individu-individu lainnya)
+Note: Kolektivisme, disisi lain, berpendapat bahwa prestasi ini adalah produk masyarakat. Dalam pandangan ini, seorang individu adalah juru bicara sementara untuk inti pokoknya, yaitu untuk proses kemajuan bersama (kolektif).

Ada 2 pandangan salah tentang Individualisme yang sering dilihat oleh masyarakat umum; yaitu:
1. Individualisme berarti Isolasi!
2. Individualisme berarti keluar dari masyarakat dan menyendiri!
Kenyataannya, individualisme bukan seperti itu! Individualisme dipanggil “individualisme” adalah karena paham ini beranggapan bahwa seorang individu, (dan bukan kelompok), adalah konstituensi pusat dari suatu masyarakat. Individualisme tetap mengakui bahwa hidup & bekerja dengan yang lainnya (masyarakat), kenyataannya, berguna.

Poin Penting!
+Elemen utama dari Individualisme adalah Tanggung Jawab Pribadi. Menjadi orang yang bertanggung jawab berarti menajadi Pro-Aktif. Disini setiap individu membuat keputusan dengan Kesadaran dan Kehati-hatian pribadi. Hal ini berbeda dengan paham Kolektivisme yang mengatakan bahwa kerusakan masyarakat (contoh:menjadi pecandu rokok ataupun narkoba) adalah “Problem Sosial” yang harus dihadapi masyarakat. Dan yang perlu ditekankan sekali lagi, Individualisme tidak menolak efek positif dari bermasyarakat. Disini setiap orang menjadi pusat kesadaran pribadi sehingga pada akhirnya justru menguntungkan (berakibat positif) pada individual-individual lainnya.
+Setiap individu memiliki kebesasan karena dia adalah pusat dirinya sendiri. Tetapi karena alasannya ini juga, individualisme bukan berarti kebesasan melakukan sesuatu tanpa tanggung jawab. Kebebasan seorang individu akan dibatasi oleh kebebasan individu yang lainnya.
+Individualisme mengajarkan agar kita mencintai diri kita sendiri. Terkadang banyak orang melupakan bahwa diri mereka adalah sebuah individu yang utuh dan pantas dihargai juga.

Semoga tulisan ini bisa bermanfaat..

Selamat Datang di Blog willydozanwijaya.. Blog ini berisi Pengalaman Pribadi dan beberapa Pemikiran. Ini bukan untuk keperluan Komersil. Saya hanya ingin berusaha Melihat Sesuatu Dari Sisi yang Berbeda..馃檪